Sosialisasi dan Pembinaan Peningkatan Kapasitas LKK Kelurahan Gayam


Di gedung Serbaguna Kelurahan Gayam telah terlaksana kegiatan “Sosialisasi dan Pembinaan Peningkatan Kapasitas LKK Kelurahan Gayam”, yang berlangsung selama 2 (dua) hari Sabtu 6 Desember s.d. Minggu 7 Desember 2025 dengan pelaksana kegiatan Pokmas Swakelola Kelurahan Gayam 2025.

Sabtu, 6 Desember 2025 pkl. 18.30 - 21.30 WIB
Minggu, 7 Desember 2025 pkl. 08.30 - 12.30 WIB

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 76 orang LKK yang terdiri dari 31 ketua RT, 8 ketua RW, 9 pengurus LPMK, 9 anggota Karang Taruna, 10 pengurus PKK, dan 9 Kader Posyandu.

Selama Proses Kegiatan Peserta sangat antusias mencermati pemaparan narasumber dan aktif dalam tanya jawab. Materi yang disamapaikan adalah Posyandu Aktif dan Berkualitas dalam Penekanan Angka Stunting (UPT Puskesmas Mrican), Struktur Organisasi LKK dan Program Mobil Pelayanan Masyarakat/MobMas (Bagian Pemerintahan Kota Kediri), Pelayanan Administrasi Kependudukan (Dispenduk Capil Kota Kediri), dan Layanan Lapor Mba Wali 112 (Diskominfo Kota Kediri).

Yang mendasari pelaksanaan kegiatan ini karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap program terbaru dari pemerintah kota serta masih adanya beberapa perbedaan pandang dari LKK terkait beberapa hal kemasyarakatan.

Harapan kedepannya adalah LKK kelurahan Gayam memahami tupoksinya dan berperan aktif dalam pelaksanaan program Merata di kelurahan, juga menambah wawasan sehingga LKK kelurahan Gayam mampu menyelaraskan dinamika permasalahan yang ada di masyarakat dengan program Pemerintah Kota.

Tujuan dan Manfaat : 
1. LKK kelurahan Gayam benar-benar memahami tupoksinya dalam ikut menggerakkan kegiatan pembangunan merata di kelurahan
2. Menambah wawasan LKK kelurahan Gayam menghadapai dinamika di masyarakat yang diselaraskan berbagai program pemerintah kota.

Kesan & Pesan :
1. Pemateri yang komunikatif menjadikan kegiatan menjadi santai tapi serius
2. Peserta yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan menjadikan narasumber bersemangat dalam memberikan materi dan dalam diskusi.
3. Perlunya waktu yang lebih banyak agar bisa berdiskusi lebih mendalam mengingat banyak dinamikan permasalahan di masyarakat.